Tips Sukses Menyusui

Saat baru melahirkan, ibu bisa mengalami tekanan psikologis sehingga kesulitan untuk menyusui bayinya. Dengan masalah lain yang dihadapi terkait menyusui seperti puting lecet, ASI sedikit, payudara membengkak dan lain-lain.

Para ibu sebaiknya jangan cepat menyerah jika menghadapi hal-hal diatas. Agar sukses menyusui di waktu awal setelah melahirkan, seperti dilansir fit pregnancy berikut tips suksesnya:

1. Kenalkan ASI sedini mungkin

Jika Anda tidak memiliki masalah dalam proses melahirkan, lakukanlah IMD (Inisiasi Menyusui Dini). Karena waktu yang paling tepat untuk memperkenalkan ASI pada bayi adalah saat ia baru lahir .

2. Merasa nyaman

Sebelum menyusui, pastikan dulu Anda sudah dalam posisi nyaman. Kenyamanan ini penting karena ibu yang tidak stres atau tetap tenang saat menyusui, akan melancarkan ASI yang keluar.

3. Perlekatan yang benar

Sebelum bayi menyusu, rangsang bibir bayi dengan puting ibu sehingga akan membuka lebar, kemudian dengan cepat kepala bayi didekatkan ke payudara ibu lalu puting serta areola (bagian gelap dari payudara) dimasukkan ke dalam mulut bayi. Pastikan, sebagian besar areola terutama yang berada di bawah, masuk ke dalam mulut bayi.

4. Susui sesering mungkin

Pastikan bayi Anda yang baru lahir mendapatkan makanan yang cukup melalui ASI. Jangan batasi bayi atau jadwalkan waktu menyusu. Biarkan bayi menyusui sepuas mungkin dan kapan saja dia mau. Bayi yang baru lahir, setiap menyusi bisa membutuhkan waktu 20-45 menit.

5. Hindari botol susu

Bayi bisa terkena bingung puting dan menolak menyusui langsung dari payudara ibu jika memperkanalkan botol susu sejak bayi bari lahir.

6. Pengetahuan tentang ASI

Cari tahu sebanyak mungkin informasi tentang ASI sebelum dan sesudah melahirkan. Sedikit ulasan tentang jenis ASI adalah saat menyusui, seorang ibu akan mengeluarkan dua macam air susu, yaitu foremilk dan hindmilk. Foremilk adalah susu ASI yang diproduksi pada awal proses menyusui. Sedangkan hindmilk adalah ASI yang diproduksi pada akhir proses menyusui.

Foremilk diproduksi dalam jumlah banyak, mengandung banyak protein laktosa dan protein lainnya, berkadar air tinggi, namun kadar lemaknya rendah, hanya 1-2 gram per 100 ml. Sedangkan hindmilk diproduksi dalam jumlah lebih sedikit, tapi kadar lemaknya lebih tinggi, yaitu 2-3 kali dibandingkan foremilk. Kadar lemak yang lebih tinggi ini membuat hindmilk lebih putih dibanding foremilk yang warnanya tampak lebih kebiruan.

Jumlah lemak yang tinggi dalam hindmilk ini akan memberikan banyak energi pada bayi, dan menimbulkan rasa kenyang yang lebih lama. Sementara jumlah air yang berlimpah dalam foremilk mampu memenuhi kebutuhan air bayi. Sehingga ia tidak membutuhkan air minum lagi, meskipun tinggal di daerah panas.

7. Cari dukungan.

Carilah teman yang bisa mendukung Anda untuk terus memberi ASI. Ibu baru yang memiliki teman pendukung cenderung lebih sukses menyusui ketimbang yang tidak.

Be Sociable, Share!

Tags: , ,

Comments are closed.

Belajar berbisnis bersama d'BC Network!
Jaringan independent consultant Oriflame yang sudah terbukti menghasilkan puluhan jutawan dari bisnis MLM secara offline dan online!

Isi Formulir di Bawah Ini Sekarang Juga!

Dari mana anda mendengar tentang website ini?
Kami menjaga kerahasiaan data anda
*for non Oriflame members only
©copyright d'BCN