Perkembangan Kemampuan Bicara Bayi

Perkembangan Kemampuan Bicara BayiMeski ini bukan patokan baku, karena perkembangan masing-masing anak sangat khas, setidaknya panduan umum ini bisa menjadi gambaran bagi orangtua, kemampuan komunikasi seperti apa yang biasanya sudah dikuasai anak usia bayi:

•Pada prinsipnya tangis merupakan bahasa komunikasi yang bisa dilakukan bayi sejak lahir. Melalui tangisannya ia mengatakan pada orangtuanya kalau sedang lapar, ngompol, sakit, haus, dan ketidaknyamanan lainnya. Tangis ini terus menjadi bahasa andalannya hingga kira-kira berusia 11 bulanan dimana bayi sudah mulai bisa mengucapkan kata “papa” atau “mama”, dan di usia 12 bulanan sudah bisa mengucapkan dua kata.

•Di usia satu bulan bayi merespons bunyi yang cukup nyaring di dekatnya.

•Di usia dua bulan bayi mulai mengeluarkan suara. Ia tertarik dengan suara yang intonasinya berbeda-beda. Kadang terdengar suara ibu yang merdu atau suara ayah yang berat, itu semua bermanfaat bagi kemampuan komunikasinya kelak.

•Di usia 3-4 bulan, bayi mulai bisa tertawa dan berteriak. Suaranya nyaring saat mengeluarkan bunyi “aagghhh…” demikian juga suara tangisnya.

•Di usia 5-6 bulan bayi mulai mengikuti sumber bunyi. Kalau orangtua membunyikan mainan di sampingnya, ia akan berusaha mencari sumber bunyi tersebut dengan menoleh ke arah sumber suara.

•Di usia 7-10 bulan suaranya semakin jelas, ia juga sudah bisa berkata dalam suku kata, seperti, “ma…ma” atau “pa…pa” meski maksudnya belum tentu “mama” dan “papa”.

•Di usia 11-12 bulan mulai bisa berkata “mama”, “papa” untuk memanggil orangtuanya. Ia mulai merespons

suara-suara yang baru didengarnya. Beberapa anak juga sudah bisa mengucapkan kata-kata yang mudah seperti “dadah” atau “mimi” untuk minum. Kemampuan ini akan terus meningkat seiring pertambahan usianya.
Salah satu gangguan komunikasi yang mungkin dialami anak adalah disfasia. Beberapa ciri yang menyertai gangguan tersebut antara lain: di usia 1 tahun belum bisa mengucapkan kata spontan yang bermakna, contoh, mama, papa. Kemampuan bicara reseptif (menangkap pembicaraan orang lain) sudah baik tapi kemampuan biacara ekspresif (menyampaikan suatu maksud) mengalami keterlambatan. Karena organ bicara sama dengan organ untuk makan, maka biasanya anak ini mempunyai masalah dengan makan atau menyedot susu dari botol. Gangguan disfasia bisa berupa gangguan disfasia murni, tapi bisa juga sebagai gejala awal gangguan lain, seperti yang terjadi pada anak autis. Untuk mengatasinya, gangguan utamanya dulu yang diselesaikan, baru kemudian dilakukan terapi seperti anak yang murni disfasia.

Oleh : Nakita

Be Sociable, Share!

Tags: , , ,

Comments are closed.

Belajar berbisnis bersama d'BC Network!
Jaringan independent consultant Oriflame yang sudah terbukti menghasilkan puluhan jutawan dari bisnis MLM secara offline dan online!

Isi Formulir di Bawah Ini Sekarang Juga!

Dari mana anda mendengar tentang website ini?
Kami menjaga kerahasiaan data anda
*for non Oriflame members only
©copyright d'BCN