Membentuk Selera Bayi

Bayi-bayi yang memasuki masa kanak-kanak dengan rasa manis, lemak, atau asin dalam rongga mulutnya cenderung akan melanjutkan kebiasaan ini sepanjang masa kanak-kanaknya dan mungkin juga sampai dia dewasa.

Masa bayi adalah satu-satunya periode dalam kehidupan anak untuk dapat membatasi permen.

Makanan seperti permen penuh gula, coklat, snack/chiki, minuman jus artifisial, cookies pabrikan yang sangat manis biasanya diperkenalkan oleh teman-teman melalui pesta ulang tahun atau acara-acara lain. Makanan di atas adalah makanan biasa yang kita kenal, namum buruk untuk masa depan si kecil.

Dr. William Seras, penulis buku The Baby Book memiliki teori bahwa bila wilayahy rasa di lidah bayi dan usus yang sedang berkembang selalu dihadapkan pada makanan sehat selama tiga tahun pertama, maka anak akan menolak makanan sampah kelak.

Dr. Sears mengadakan ‘uji coba’ teori teori tersebut pada semua anaknya (7 orang), selama tiga tahun pertama tidak memberikan garam, gula ataupun lemak jahat yang berlebihan dalam menu makanan bayi mereka dan satu diantara bayi mereka bahkan tidak mengkonsumsi junkfood.

Apa Hasilnya?

Suatu hari saat si anak berusia 3 tahun dan diundang ke pesta ulang tahun temannya yang penuh dengan ‘rasa manis, krin, dan coklat’ dia ikut memakannya tentu saja, namun tidak membabi buta. Saat separuh proses makan, si anak berkata ‘perutku gak enak’ dan berhenti makan.

Dr. Sears menyatakan bahwa anak usia 3 tahun sudah dapat membuat hubungan sebab akibat oleh makan sebagai berikut : ‘saat saya menyantap makanan baik – saya merasa baik; bila saya menyantap makanan buruk – saya akan merasa kurang baik’.

Bayi-bayi yang diberi kan kepada mereka nutrisi yang baik jarang mengalami kondisi ‘mengikuti keinginan berlebihan’, dan inilah yang diharapkan pada saat si anak menjadi dewasa di kemudian hari. Tumbuh sehat dan tidak berlebihan.

Upaya yang dapat kita lakukan agar bayi dan anak kita kelak tidak ‘berlebihan’ dalam hal selera makan?

  1. Hindari makanan dengan pemanis buatan, terlalu banyak gula, dan sirup jagung.
  2. Hindari masakan yang mengandung minyak buatan / hydrogenated oil.
  3. Sajikan lebih banyak makanan segar daripada makanan kalengan / kemasan.
  4. Sajikan lebih banyak serealia / padi-padian (beras, gandum, tepung gandum).
  5. Hindari makanan dengan perisa buatan, tambahan zat pewarna, dan bahan tambahan (additives).
Be Sociable, Share!

Tags: , ,

Comments are closed.

Belajar berbisnis bersama d'BC Network!
Jaringan independent consultant Oriflame yang sudah terbukti menghasilkan puluhan jutawan dari bisnis MLM secara offline dan online!

Isi Formulir di Bawah Ini Sekarang Juga!

Dari mana anda mendengar tentang website ini?
Kami menjaga kerahasiaan data anda
*for non Oriflame members only
©copyright d'BCN