Membangun Emotional Quotient (EQ) Pada Bayi

Membangun Emotional Quotient (EQ) Pada BayiSeiring perkembangannya bayi akan memberikan respon yang luar biasa ketika menyikapi suatu hal. Pastikan Anda membantu sedini mungkin bayi Anda  agar mampu mengeksplor dan mengelola perasaannya. Jika Anda berhasil, maka Anda telah mengajarkan EQ dengan baik pada bayi Anda

  1. Kemarahan. Meskipun kemarahan merupakan hal alami sebagai respon dari ketidaknyamanan, hal ini bisa merupakan masalah tersendiri bagi sang bayi. Awalnya, marah ini merupakan cara untuk menunjukan ketidaknyamanan dan kemudian untuk menunjukan kemandirian. Marah Asertif : timbul akibat adanya rasa frustasi, misalnya bayi Anda mencoba menggapai mainannya sekuat tenaga tetapi tetap tidak berhasil sehingga dia merasa frustasi dan marah atau ketika bayi Anda mencoba menyampaikan sesuatu tetapi Anda tidak mengerti maksudnya sehingga dia menjadi frustasi lalu marah. Marah Agresif : Marah yang sengaja diarahkan dengan melukai atau memprovokasi orang lain. Biasanya pada anak usia 20 bulan ke atas
  2. Takut. Bayi Anda akan mengalaminya ketika dia berada dilingkungan atau bersama orang yang tidak dia kenal. Mereka akan memejamkan mata, melengkungkan punggungnya, menutup mata/ mulutnya dengan tangan, atau menjerit. Ajarinlah bayi Anda untuk mengembangkan sifat lebih tenang dan tidak lekas takut. Anda bisa mengajaknya jalan-jalan dan bertemu banyak orang sesering mungkin di lingkungannya juga di lingkungan barunya. Usia delapan bulan, bayi Anda mulai bermimpi dan bisa jadi dia mengalami mimpi buruk. Untuk menyiasatinya satu jam sebelum tidur lakukan kegiatan yang rileks seperti membaca buku sambil duduk di kursi goyang, atau bersenandung.
  3. Bahagia. Bayi Anda akan tersenyum ketika bertemu dengan orang-orang yang dekat dengannya. Ini adalah cara alaminya untuk menyapa. Ketika bayi Anda tersenyum dan Andapun membalas senyumannya, sang bayi akan menyadari bahwa dirinya bukan hanya bisa merasa bahagia tetapi juga bisa berkomunikasi. Berilah dia kecupan atau ciuman sehingga dia meresponatas adanya sensasi fisik yang menyenangkan
  4. Sedih dan Empati. Usia diatas enam bulan, bayi Anda akan mengenal sedih. Seiring bertambahnya usia, mereka bahkan mampu menangkap kesedihan yang dirasakan orang lain dan kemudian mengembangkan sifat empatinya. Sebagai contoh, pura-puralah Anda teriris jari, maka si kecil akan memeriksa jari Anda lantas menciumnya untuk memastikan Anda baik-baik saja

Sumber : Intelegensi Anak – Djoko Subinarto

Be Sociable, Share!

Tags: , , ,

Comments are closed.

Belajar berbisnis bersama d'BC Network!
Jaringan independent consultant Oriflame yang sudah terbukti menghasilkan puluhan jutawan dari bisnis MLM secara offline dan online!

Isi Formulir di Bawah Ini Sekarang Juga!

Dari mana anda mendengar tentang website ini?
Kami menjaga kerahasiaan data anda
*for non Oriflame members only
©copyright d'BCN