Kenali ‘Kuning’ pada Bayi..

Bunda, sungguh perasaan yang mengagumkan ketika buah hati kita lahir. Tapi eits.. jangan buru-buru senang dulu, ada baiknya kenali buah hati kita sedini mungkin, jangan sampai bayi mungil kita harus kembali ke rumah sakit gara-gara ‘kuning’ atau istilahnya ‘Jaundice’.

Kuning/jaundice pada bayi baru lahir atau disebut dengan ikterus neonatorum adalah warna kuning pada kulit dan bagian putih (sklera) mata. Hal ini terjadi pada beberapa hari setelah lahir yang disebabkan oleh penumpukan bilirubin. Gejala ini dapat terjadi antara 25% – 50% pada seluruh bayi cukup bulan dan lebih tinggi lagi pada bayi prematur. Walaupun kuning pada bayi baru lahir merupakan keadaan yang relatif tidak berbahaya, tetapi pada usia inilah kadar bilirubin yang tinggi dapat menjadi toksik dan berbahaya terhadap sistim saraf pusat bayi. Kuning pada bayi baru lahir paling sering timbul karena fungsi hati masih belum sempurna untuk membuang bilirubin dari aliran darah.

Beberapa kondisi klinis yang dapat menyebabkan kuning pada bayi, di antaranya adalah :
1.    Ikterus fisiologis merupakan bentuk yang paling sering terjadi pada bayi baru lahir.
Jenis bilirubin yang menyebabkan timbulnya kuning disebut bilirubin tidak terkonjugasi (bilirubin indirect/ bilirubin indirek), merupakan jenis yang tidak mudah dibuang dari tubuh. Pada kondisi normal, organ hati akan mengubah bilirubin ini menjadi bilirubin terkonjugasi yang lebih mudah dibuang oleh tubuh. Akan tetapi, pada bayi baru lahir fungsi hati ini masih belum matang sehingga masih belum mampu untuk melakukan pengubahan dengan sempurna sehingga akan terjadi peningkatan kadar bilirubin dalam darah. Peningkatan kadar bilirubin pada ini disertai dengan pewarnaan kuning pada kulit bayi.

2.    Breastfeeding jaundice
Breastfeeding Jaundice dapat terjadi pada bayi yang mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif. Umumnya terjadi akibat kekurangan ASI yang biasanya timbul pada hari kedua atau ketiga pada waktu ASI belum banyak.

3.    Ikterus ASI (breastmilk jaundice)
Ikterus ASI berhubungan dengan ASI dari ibu dan biasanya akan timbul pada setiap bayi yang disusukannya bergantung pada kemampuan bayi tersebut mengubah bilirubin indirek. Timbul setelah 4-7 hari pertama dan berlangsung lebih lama dari ikterus fisiologis yaitu 3-12 minggu.

4.    Ikterus Ketidak cocokan Golongan darah
Ikterus ini terjadi akibat pada kasus ketidakcocokan golongan darah (inkompatibilitas ABO) dan rhesus (inkompatibilitas rhesus) ibu dan janin. Antibodi dari tubuh ibu akan menyerang sel darah merah janin sehingga akan menyebabkan pecahnya sel darah merah dan meningkatkan pelepasan bilirubin.

5.    Sefalhematom (Lebam pada kulit kepala bayi) dapat timbul dalam proses persalinan. Lebam terjadi karena penumpukan darah beku di bawah kulit kepala. Secara alamiah tubuh akan menghancurkan bekuan ini sehingga bilirubin juga akan keluar. Pada kasus tertentu mungkin saja bilirubin yang dikeluarkan terlalu banyak untuk dapat ditangani oleh hati sehingga timbul kuning.

6.    Ibu yang menderita diabetes dapat mengakibatkan bayi menjadi kuning

Gejala kuning pada bayi baru lahir
Ketika kadar bilirubin meningkat dalam darah maka warna kuning akan dimulai dari kepala kemudian turun ke lengan, badan, dan akhirnya kaki. Jika kadar bilirubin sudah cukup tinggi, bayi akan tampak kuning hingga di bawah lutut serta telapak tangan. Cara yang mudah untuk memeriksa warna kuning ini adalah dengan menekan jari pada kulit yang diamati dan sebaiknya dilakukan di bawah cahaya/sinar matahari.
Pada bayi baru lahir akan tampak kuning jika kadar bilirubin lebih dari 5 mg/dL sedangkan pada anak yang lebih tua dan orang dewasa warna kuning pada kulit akan timbul jika jumlah bilirubin pada darah di atas 2 mg/dL. Hal ini penting untuk mengenali dan  menangani ikterus bayi pada baru lahir kerena kadar bilirubin yang tinggi akan menyebabkan kerusakan yang permanen pada otak yang disebut dengan kern icterus.
Kuning sendiri tidak akan menunjukkan gejala klinis tetapi penyakit lain yang menyertai mungkin akan menunjukkan suatu gejala seperti keadaan bayi yang tampak sakit, demam, dan malas minum.

Penanganan Kuning/Jaundice
Segera hubungi dokter bila bayi tampak kuning:
•    Timbul segera dalam 24 jam pertama kelahiran, ATAU
•    Kuning menetap lebih dari 8 hari pada bayi cukup bulan dan lebih dari 2 minggu pada bayi prematur, ATAU
•    Pada observasi di rumah bayi tampak kuning sudah menyebar sampai ke lutut/siku atau lebih, ATAU
•    Tinja berwarna pucat

Segera bawa bayi ke unit gawat darurat rumah sakit bila:
•    Jika bayi tampak sakit (menolak untuk minum, tidur berlebihan, atau lengan dan kaki lemas) atau
•    Jika bayi tampak mengalami kesulitan bernapas
•    bila suhu tubuh lebih dari 37,50C

Penanganan kuning pada bayi baru lahir

1. Penanganan sendiri di rumah
•    Berikan ASI yang cukup (8-12 kali sehari)
•    Penyinaran oleh Matahari (Berjemur). Sinar matahari dapat membantu memecah bilirubin sehingga lebih mudah diproses oleh hati. Penyinaran dilakukan antara jam 7-8 pagi agar bayi tidak kepanasan, atur posisi kepala agar wajah tidak menghadap matahari langsung. Lakukan penyinaran selama 30 menit, 15 menit terlentang dan 15 menit tengkurap. Sebaiknya bayi tidak memakai pakaian agar kontak sinar dengan kulit dapat terjadi seluas mungkin tetapi hati-hati jangan sampai kedinginan
2. Terapi medis
•    Phototherapy,
Dokter akan memutuskan untuk melakukan terapi sinar (phototherapy) sesuai dengan peningkatan kadar bilirubin pada nilai tertentu berdasarkan usia bayi dan apakah bayi lahir cukup bulan atau prematur. Bayi akan ditempatkan di bawah sinar khusus. Sinar ini akan mampu untuk menembus kulit bayi dan akan mengubah bilirubin menjadi lumirubin yang lebih mudah diubah oleh tubuh bayi. Selama terapi sinar penutup khusus akan dibuat untuk melindungi mata.
•    Selimut fiber optic atau terapi sinar ganda/triple
Jika terapi sinar yang standar tidak menolong untuk menurunkan kadar bilirubin, maka bayi akan ditempatkan pada selimut fiber optic atau terapi sinar ganda/triple
•    Transfusi tukar
Jika gagal dengan terapi sinar maka dilakukan transfusi tukar yaitu penggantian darah bayi dengan darah donor. Ini adalah prosedur yang sangat khusus dan dilakukan pada fasilitas yang mendukung untuk merawat bayi dengan sakit kritis. Secara keseluruhan, hanya sedikit bayi yang akan membutuhkan transfusi tukar

Pada kebanyakan kasus, kuning pada bayi tidak bisa dicegah. Cara terbaik untuk menghindari kuning yang fisiologis adalah dengan memberi bayi cukup minum, lebih baik lagi jika diberi ASI. Nah, bunda terbukti kan ASI lebih baik dari pada susu formula =)

Sumber :
•    Prof. Dr. H. Guslihan Dasa Tjipta, SpA(K)
Divisi Perinatologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK USU
•    Kumpulan diktat kuliah

Kuning pada bayi baru lahir paling sering timbul karena fungsi hati masih belum sempurna untuk membuang bilirubin dari aliran darah. Kuning juga bisa terjadi karena beberapa kondisi klinis, di antaranya adalah:
•    Ikterus fisiologis merupakan bentuk yang paling sering terjadi pada bayi baru lahir.
Jenis bilirubin yang menyebabkan pewarnaan kuning pada ikterus disebut bilirubin tidak terkonjugasi (bilirubin indirect/ bilirubin indirek), merupakan jenis yang tidak mudah dibuang dari tubuh bayi. Hati bayi akan mengubah bilirubin ini menjadi bilirubin terkonjugasi yang lebih mudah dibuang oleh tubuh. Hati bayi baru lahir masih belum matang sehingga masih belum mampu untuk melakukan pengubahan ini dengan baik sehingga akan terjadi peningkatan kadar bilirubin dalam darah yang ditandai sebagai pewarnaan kuning pada kulit bayi. Bila kuning tersebut murni disebabkan oleh faktor ini maka disebut sebagai ikterus fisiologis
•    Breastfeeding jaundice, dapat terjadi pada bayi yang mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif. Terjadi akibat kekurangan ASI yang biasanya timbul pada hari kedua atau ketiga pada waktu ASI belum banyak dan biasanya tidak memerlukan pengobatan
•     Ikterus ASI (breastmilk jaundice), berhubungan dengan pemberian ASI dari seorang ibu tertentu dan biasanya akan timbul pada setiap bayi yang disusukannya bergantung pada kemampuan bayi tersebut mengubah bilirubin indirek. Jarang mengancam jiwa dan timbul setelah 4-7 hari pertama dan berlangsung lebih lama dari ikterus fisiologis yaitu 3-12 minggu.
•    Ikterus pada bayi baru lahir akan terjadi pada kasus ketidakcocokan golongan darah (inkompatibilitas ABO) dan rhesus (inkompatibilitas rhesus) ibu dan janin. Tubuh ibu akan memproduksi antibodi yang akan menyerang sel darah merah janin sehingga akan menyebabkan pecahnya sel darah merah sehingga akan meningkatkan pelepasan bilirubin dari sel darah merah.
•     Lebam pada kulit kepala bayi yang disebut dengan sefalhematom dapat timbul dalam proses persalinan. Lebam terjadi karena penumpukan darah beku di bawah kulit kepala. Secara alamiah tubuh akan menghancurkan bekuan ini sehingga bilirubin juga akan keluar yang mungkin saja terlalu banyak untuk dapat ditangani oleh hati sehingga timbul kuning
•    Ibu yang menderita diabetes dapat mengakibatkan bayi menjadi kuning
Be Sociable, Share!

Tags: ,

Comments are closed.

Belajar berbisnis bersama d'BC Network!
Jaringan independent consultant Oriflame yang sudah terbukti menghasilkan puluhan jutawan dari bisnis MLM secara offline dan online!

Isi Formulir di Bawah Ini Sekarang Juga!

Dari mana anda mendengar tentang website ini?
Kami menjaga kerahasiaan data anda
*for non Oriflame members only
©copyright d'BCN