Demam Berdarah, Apa dan Bagaimana?

Si kecil demam tinggi? Panik?

Itu yang biasa terjadi pada orang tua ketika mengetahui buah hati tercinta mengalami demam tinggi. Banyak dugaan melintas di kepala mengenai penyebab demam, mungkin demam biasa, mau flu, demam tifus bahkan demam berdarah. Ada baiknya sebagai orang tua sedikit lebih jeli mengamati penyebab demam. Kali ini, mengenai demam berdarah.

Demam berdarah atau demam dengue adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue, yang masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, misalnya Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Gejala yang timbul umumnya disertai sakit kepala, nyeri otot, sendi atau tulang, ruam, dan gejala-gejala penurunan jumlah sel darah.

Ternyata demam berdarah itu bermacam-macam.

Bunda, yuk kita kenalan dengan macam-macam demam berdarah.

Demam berdarah (klasik)

Gejala yang umum terjadi adalah demam dan munculnya ruam. Pada umumnya gejala yang timbul adalah demam tinggi, sakit kepala parah, nyeri di belakang mata, nyeri pada sendi dan tulang, mual dan muntah, serta munculnya ruam pada kulit. Dari pemeriksaan darah di laboratorium menunjukkan adanya penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia) dan penurunan keping darah atau trombosit (trombositopenia). Itu sebabnya pada beberapa kasus pasien juga menunjukkan pendarahan yang meliputi mimisan, gusi berdarah, pendarahan saluran cerna, kencing berdarah (haematuria), dan pendarahan berat saat menstruasi (menorrhagia).

Demam berdarah dengue (hemoragik/DBD)

Pasien yang menderita demam berdarah dengue (DBD) biasanya menunjukkan gejala seperti penderita demam berdarah klasik ditambah dengan empat gejala utama, yaitu demam tinggi, pendarahan hebat (hemoragik), yang seringkali diikuti oleh pembesaran hati dan kegagalan sistem sirkulasi darah. Adanya kerusakan pembuluh darah, pembuluh limfa, pendarahan di bawah kulit yang membuat munculnya memar kebiruan, trombositopenia dan peningkatan jumlah sel darah merah juga sering ditemukan pada pasien DBD. Salah satu karakteristik untuk membedakan tingkat keparahan DBD sekaligus membedakannya dari demam berdarah klasik adalah adanya kebocoran plasma darah. Jadi, jika bunda harus perhatikan perubahan fisik anak apakah ada pembengkakkan yang tidak lazim. Fase kritis DBD adalah setelah 2-7 hari demam tinggi. Kondisi pasien mengalami penurunan suhu tubuh yang drastis, terus berkeringat, sulit tidur, dan mengalami penurunan tekanan darah. Bila tidak cepat ditangani DBD dapat mengakibatkan kematian.

Sindrom Syok Dengue

Sindrom syok adalah tingkat infeksi virus dengue yang terparah. Pasien akan mengalami sebagian besar atau seluruh gejala yang terjadi pada penderita demam berdarah klasik dan demam berdarah dengue disertai dengan kebocoran cairan di luar pembuluh darah, pendarahan parah, dan syok (mengakibatkan tekanan darah sangat rendah), biasanya setelah 2-7 hari demam. Tubuh yang dingin, sulit tidur, dan sakit di bagian perut adalah tanda-tanda awal yang umum sebelum terjadinya syok.

Sindrom syok terjadi biasanya pada anak-anak (kadangkala terjadi pada orang dewasa) yang mengalami infeksi dengue untuk kedua kalinya. Hal ini umumnya sangat fatal dan dapat berakibat pada kematian, terutama pada anak-anak, bila tidak ditangani dengan tepat dan cepat. Durasi syok itu sendiri sangat cepat. Pasien dapat meninggal pada kurun waktu 12-24 jam setelah syok terjadi atau dapat sembuh dengan cepat bila usaha terapi untuk mengembalikan cairan tubuh dilakukan dengan tepat.

Dalam waktu 2-3 hari, pasien yang telah berhasil melewati masa syok akan sembuh, ditandai dengan tingkat pengeluaran urin yang sesuai dan kembalinya nafsu makan.

Jadi, harus gimana donk???

Ketika anak kita demam, yang paling penting adalah Orang tua jangan panik (walaupun pasti panik, ya.. hehehe) dan imunitas anak harus baik..

Yuk, kita jadi perawat utama saat anak kita demam :

– Kontrol suhu badan anak dengan termometer secara teratur

– Usahakan suhu tubuh anak tidak naik terlalu tinggi

– Kompreslah dengan menggunakan air hangat/ air biasa.

– Hindari kompres dengan menggunakan air dingin. Bila perlu, lap tubuh anak dengan air hangat secara teratur agar suhu tubuh anak secara keseluruhan bisa menurun.

– Berikan obat penurun panas sesuai dosisnya. Perhatikan, dalam interval berapa jam suhu tubuh anak meningkat lagi. Maka pemberian obat penurun panas diulang. Untuk jenis parasetamol aman di konsumsi hingga 6 kali dalam sehari, tentunya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak.

– Minum air yang banyak 1,5 – 2 L per hari agar tidak dehidrasi, bagi bayi asupan ASI tidak dikurangi.

– Jika panas tidak kunjung turun atau terjadi pembengkakan, atau anak semakin lemas atau terjadi perdarahan maka segeralah ke rumah sakit terdekat. Pastikan imunitas anak ditingkatkan karena daya tahan tubuh yang baik yang dapat melawan virus.

– Konsultasikan dengan dokter kondisi anak dan langkah apa yang sudah ditempuh,

– Bila perlu periksakan darah di laboratorium

Semoga bermanfaat

Dari berbagai sumber dan diktat kuliah

Be Sociable, Share!

Tags: ,

Comments are closed.

Belajar berbisnis bersama d'BC Network!
Jaringan independent consultant Oriflame yang sudah terbukti menghasilkan puluhan jutawan dari bisnis MLM secara offline dan online!

Isi Formulir di Bawah Ini Sekarang Juga!

Dari mana anda mendengar tentang website ini?
Kami menjaga kerahasiaan data anda
*for non Oriflame members only
©copyright d'BCN