Cara Agar Anak Kreatif

anak kreatif

Siapa yang tidak kenal Mark Zuckerberg? Kreativitasnya menciptakan jejaring sosial Facebook menjadikan nama pemuda ini tenar. Ia merupakan salah satu orang yang bisa disebut kreatif karena idenya dapat membuahkan hasil dan bahkan menjadi ladang penghasilan baginya.

Nah, bagi Zuckerberg, penciptaan Facebook merupakan salah satu bentuk kreativitasnya ketika ia menghadapi masalah dalam studi. Kreativitas dalam menghadapi tantangan kehidupan ini merupakan salah satu aspek kreatif yang diciptakan dan ini diakui oleh Roslina Verauli, M.Psi seorang psikolog tumbuh kembang anak pada acara “Alpenliebe Kreasi Imajinasi Indonesia” yang bertempat di SD Negeri 02 Menteng, Jakarta, Kamis (16/5/2013).

Nah, apakah Anda ingin memiliki anak yang kreatif? Tak sulit ternyata. Vera mengungkapkan bahwa anak yang kreatif dapat diciptakan.

“Kreatif itu tidak cuma bawaan lahir, tetapi harus dibuat iklimnya untuk memaksimalkan potensi anak, kreativitasnya, dan agar anak dapat berpikir dengan cara yang berbeda,” ujar Vera.

Selain itu, Vera mengatakan untuk menciptakan anak yang kreatif tak akan bisa dilakukan tanpa dukungan penuh dari orang tua. Oleh sebab itu orang tua harus membantu anak melihat lingkungan sekitarnya sembari mengajarkan anak untuk mencintai lingkungan.

“Berikan informasi yang berguna dan dapat membantu anak, kalau tidak memiliki informasi tentu tidak bisa kreatif,” tambahnya.

Seperti diketahui, anak adalah peniru yang baik sehingga dengan melihat, mendengar, serta mengaplikasikannya dalam kehidupan tentu anak dapat menjadi lebih kreatif. Namu, untuk mendukung hal ini tentu caranya berbeda-beda sesuai dengan usia dan tempramen anak.

“Ketika anak masih kecil ia akan membutuhkan Anda (orang tua) lebih lama, tetapi ketika mereka beranjak remaja orang tua hanya akan menjadi penasihat bagi setiap keputusannya, jadi ketika masih kecil jadilah fasilitator dan ketika anak mulai besar jadilah supervisor bagi mereka,” jelasnya.

Selain orang tua, guru di sekolah pun memiliki peran penting untuk memberikan stimulus kreatif pada anak. Sehingga sangat disarankan agar orang tua bekerja sama dengan pihak sekolah.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah anak dapat menjalani kehidupannya di sekolah dengan baik, karena pendidikan adalah salah satu fasilitas yang diberikan orang tua pada anak dalam proses tumbuh kembangnya. Yuk, kita ciptakan anak yang kreatif.

Erninta Afryani Sinulingga – detikHealth

 

Be Sociable, Share!

Tags: , ,

Comments are closed.

Belajar berbisnis bersama d'BC Network!
Jaringan independent consultant Oriflame yang sudah terbukti menghasilkan puluhan jutawan dari bisnis MLM secara offline dan online!

Isi Formulir di Bawah Ini Sekarang Juga!

Dari mana anda mendengar tentang website ini?
Kami menjaga kerahasiaan data anda
*for non Oriflame members only
©copyright d'BCN