Agar Puting Susu Tak Lecet, Ini Dia Cara Menyusui yang Baik dan Benar

kiat sukses menyusui

Puting lecet seringkali menjadi keluhan ibu menyusui bahkan sampai mereka kewalahan menahan sakit atau justru kapok menyusui. Puting lecet seperti itu bisa disebabkan karena posisi menyusui yang tidak tepat. Lantas, bagaimana cara menyusui yang baik dan benar?

“Prinsipnya ibu dan anak harus sama-sama nyaman. Dagu bayi dan payudara ibu menempel. Lalu buat mulut bayi terbuka selebar-lebarnya, bibirnya pun dalam keadaan terbalik (monyong) setelah itu masukkan aerola sebanyak-banyak ke mulut bayi,” papar dr. Edi Setiawan Tehuteru Sp. A(K), MHA, IBCLC.

Dengan memasukkan aerola sebanyak-banyaknya, maka puting terletak di antara langit-langit mulut bayi yang keras dan lunak. Ia pun menyusu dengan menggunakan lidahnya sehingga lecet pada puting bisa dihindari. Kondisi pipi bayi yang menyusu dengan benar yaitu menggembung. Jika pipinya ‘kempot’ berarti posisi ia menyusu tidak tepat hingga bisa menimbulkan risiko puting lecet.

Penjelasan itu diberikan dr Edi dalam diskusi ‘Mitos dan Fakta Seputar ASI’ di Rumah Anyo, Jl. Anggrek Nelli Murni, Slipi, Jakarta Barat, dan ditulis pada Rabu (13/11/2013). Selian itu, dr Edi mengatakan prinsip lain posisi saat menyusui yaitu telinga, tangan, dan kaki bayi harus berada di satu garis lurus.

Sebab jika tak sejajar, misalnya hanya kepala yang menghadap payudara, akan membuat bayi merasa pegal dan tak nyaman saat menelan susu. Selain itu, siku ibu juga jangan terlalu menekan ke kepala bayi karena akan menyebabkan ia susah menelan. Sebaiknya beri ruang antara siku ibu dengan kepala bayi.

Menurut pengalaman dr Edie, banyak juga ibu-ibu yang kesusahan jika ingin menyusui dengan payudara kanannya. Untuk mempermudah, maka terapkan posisi cross cradle, yaitu memegang bayi dengan tangan kiri. Selain itu juga bisa menggunakan posisi football yaitu meletakkan bayi dengan posisi agak di samping tubuh.

“Juga jangan biasakan memegang payudara dengan gaya gunting (menekan payudara dengan telunjuk dan jari tengah) tapi pegang menggunakan ibu jari dan telunjuk seperti sedang memegang payudara,” kata dr Edi.

“Nah agar produksi ASI lancar, setiap dua-tiga jam suruh bayi menghisap supaya ada perintah ke otak untuk memproduksi hormon oksitosin dan prolaktin sehingga produksi ASI lancar,” imbuh dr Edi.

Ada beberapa hal yang bisa meningkatkan hormon oksitosin yaitu memandang wajah si anak. Maka dari itu, dr Edi menganjurkan ibu yang bekerja untuk memandang foto anaknya saat memerah ASI di kantor. “Selain itu juga butuh support dari suami ya,” ujar dr Edi.

Sementara itu, ada beberapa hal yang bisa menghambat produksi hormon oksitosin dan prolaktin yaitu pemikiran bahwa ASI-nya kurang dan menyusui membuat gemuk, puting lecet, menyusui sambil melakukan pekerjaan, dan malu terutama saat menyusui di tempat umum.

Detik.com

Be Sociable, Share!

Tags: , ,

Comments are closed.

Belajar berbisnis bersama d'BC Network!
Jaringan independent consultant Oriflame yang sudah terbukti menghasilkan puluhan jutawan dari bisnis MLM secara offline dan online!

Isi Formulir di Bawah Ini Sekarang Juga!

Dari mana anda mendengar tentang website ini?
Kami menjaga kerahasiaan data anda
*for non Oriflame members only
©copyright d'BCN